Awal mula gpdi di kal-bar

Gereja membentuk para pendeta nabi penginjil dan gembala, guru-guru dan profisional serta pengusaha yang di urapi, Yang selalu berada di rumah Tuhan dan rindu berkariya bagi masyarakat, kota dan bangsa. Dewasa ini  Gereja yang ideal,  adalah gereja yang mampu mandiri dan bertanggung  jawab dalam membangun iman,Pengharapan dan kasih dalam Yesus Kristus.  Ini  adalah langkah strategis yang perlu didukung dan di doakan terus guna membangun bangsa dan negara khususnya dalam bidang kerohanian kristen.  Begitulah visi  yang dimulai dari tempat terpencil  Sipahutar  tumbuh dalam sanubari  seorang pegawai negri sipil  Pdt. Manasye Pardede  Beliau adalah figur yang yang berwawasan jauh kedepan dengan tingkat loyalitas yang tinggi pada pelayanan gereja. Seiring dengan perkembangan tugas  kepegawaian,  beliau bersama istrinya Ny. Huriana Br.Silitonga.      dimutasikan ke kota Pemangkat Kalimantan barat dari tempat tugas sebelumnya di Palembang. Pada Tahun 1950. Iapun membawa seluruh anggota keluarganya pergi untuk menetap di Pemangkat  Kalimantan,  dari tempat asalnya Sipahutar Sumatra utara.

Opung1970

(Tampak Samping kanan Pdt.M.Pardede Istri Samping Kiri, Bersama Kepala Bank. BNI Pemangkat 1975)

Kerinduanya dan cintanya kepada pekerjaan Tuhan telah membuat ia membangun sebuah Gereja di  kota Pemangkat.  Ini adalah  Gereja Pantekosta (GPdI) pertama di  Kal-bar.Dengan semangat yang menyala-nyala pada tahun 1960 puluhan ia bersama jemaat Tuhan dan keluarga mereka membangun gereja di atas tanah yang telah di belinya,

op-2 copy

op-3 copy
(Tampak Jemaat dan gembala membuat foto kenangan, tahun 1957)

Dengan berkat Tuhan berdirilah sebuah Gereja tepat di samping rumah tinggalnya. Tanpa malalaikan tugas pokoknya sebagai seorang Kepala rumah gadai kota Pemangkat ia pun menjadi Gembala Sidang Pertama atas jemaat pertama di Kalimantan barat. Dengan latar belakang pergumulan dan doa tanpa pengetahuan bertelogia yang cukup beliau dibesarkan sebagai anak rohani dari (Pdt.AE.Siwi Senior) Gembala Sidang GPdI Palembang dalam era tahun 40 an.  Sering sekali mereka saling mengirim surat untuk bertukar infomasi tentang pelayanan pekerjaan Tuhan kala itu. Pdt. M.Pardede bertobat menerima Yesus sebagai juru selamat pribadi oleh pelayanan hambanya Evangelis Pane di salah satu gereja Pinsterkerk atau saat ini gereja Pantekosta kota lahat, dalam salah satu ibadah KKR. Dan seterusnya di bina oleh Hambanya Pdt. Lans sebagai gembala sidang gereja Pinsterkerk dalam era tahun 1940 puluhan  di kota Lahat.

Selajutnya Pekerjaan Tuhanpun berkembang di Kalimantan barat dan kala itu Pdt. AH.Mandey sebagai sekjen Pengurus Pusat GPdI  datang untuk melantik Pdt. M.Pardede sebagai Ketua MD. Pertama di Kalbar, dan pekerjaan Tuhan terus berkembang dengan datangnya para hamba Tuhan dari Luar daerah untuk terus membuka ladang baru pelayanan GPdI di Kal-bar diantarnya.:

Pdt. AA.Luwuk, (GPdI) Jl.Gajah Mada Pontianak

Pdt. Maliangkey, (GPdI) Singkawang

Pdt. Alex Oquil ,(GPdI) Sungai Naw

Pdt. BT. Pardede (GPdI) Narwastu BatuLayang

Pdt. CH.Silaban (GPdI) Ebenhezer Supadio

Pdt. Salangka (GPdI) Mawar Sharon Kotabaru

Dan Seterusnya……

GPdI Pun berkembang terus sampai pada tahun 80 puluhan telah di bangun sekolah Alkitab Anjungan.(SAA)

Banyak Ladang Pekerjaan Tuhan terbuka sampai dengan sekarang terdapat 500 Gereja GPdI di  Kal-Bar.

GpdiPMK1976

(Tampak Pdt. AA.Luwuk dan Keluarga Pdt.M.Pardede Bersama Keluarga 1974)

DSC01338

(Gereja GPdI Pertama di Kal-Bar di pinggir Laut di Sudut kota Pemangkat)

Advertisements

GPdI Narwastu ada di titik tengah bumi

cropped-dsc00460.jpg

Sebagian besar orang kristen mungkin belum tahu ternyata ada gereja  yang didirikan tepat di titik tengah bumi ini. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI Narwastu).  Gereja ini sudah mulai dirintis oleh hambanya kel. Pdt. BT.Pardede dan jemaat Tuhan melalui suatu proses pengilhaman yang di kerjakan oleh Roh Kudus dengan menunjukkan sutu peta pulau kalimantan dengan suatu titik yang disebut dengan titik 0 derajat yaitu tugu Khatulistiwa. Ketika itu sedang berdoa bersama rekan-rekan Hamba Tuhan pada tahan 1976 di gereja GPdI Pemangkat. penglihatan itu datang melintas.  dan memotifasi kami semua pelayan Gereja.  Sekarang dengan pertolongan Tuhan, Pekerjaan Tuhan boleh berjalan dengan baik di daerah Batulayang Pontianak utara, Sudah banyak jiwa yang di sembuhkan dengan kuasa mujizat, ada yang sudah mati di bangkitkan. dan banyak jiwa yang menerima Yesus sebagai juru selamat dan menjadi hamba Tuhan dan melayani di berbagai tempat di Indonesia

DSC00488

DSC00072